BIG DATA DAN PEMANFAATANNYA DALAM BERBAGAI SEKTOR
Big Data adalah istilah yang diberikan
pada kumpulan data yang beukuran sangat besar dan kompleks, sehingga
tidak memungkinkan untuk diproses menggunakan perangkat pengelola database
konvensional ataupun aplikasi
pemroses data lainnya.
Dalam Gartner IT Glossary, Big Data didefinisikan
sebagai berikut [1] : Big Data is high-volume, high-velocity and/or high-variety information assets that demand cost- effective, innovative forms of information processing that enable enhanced
insight, decision making, and process automation.
Dengan mengacu pada definisi tersebut,
maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik
utama Big Data meliputi tiga hal – biasa disingkat dengan 3V – yaitu volume,
velocity, dan variety. Volume terkait dengan besaran data yang harus dikelola berukuran super besar. Velocity berkenaan dengan kecepatan pemrosesan data yang harus mengimbangi pesatnya
pertumbuhan jumlah data.
Sedangkan variety merujuk pada
karakteristik sumber data yang sangat beragam, baik itu yang berasal
dari basis data yang terstruktur maupun juga dari data-data yang tidak terstruktur.
PEMICU PERKEMBANGAN BIG DATA
Menurut
Hilbert dan Lopez, ada tiga hal utama yang memicu perkembangan teknologi
Big Data [2] :
a. Pesatnya pertambahan kemampuan
penyimpanan data.
Kemampuan penyimpanan data telah bertumbuh sangat
signifikan. Grafik sebelah kanan pada
Gambar 1 memperlihatkan pergeseran penyimpanan data dari bentuk analog menjadi
digital.
b. Pesatnya pertambahan kemampuan
mesin pemrosesan data.
Seiring dengan pesatnya
perkembangan teknologi hardware, maka kapasitas komputasi
pada mesin/ perangkat
komputer juga telah meningkat sangat
tajam.
c. Ketersediaan data yang melimpah.
Perusahaan-perusahaan dari berbagai
sektor di Amerika
Serikat memiliki data setidaknya 100 terabytes. Bahkan banyak diantara
perusahaan tersebut yang memiliki data lebih
dari 1 petabyte.
KLASIFIKASI DATA
Teknologi Big Data memiliki
kemampuan untuk menangani
berbagai variasi data.
Secara umum ada 2 kelompok data yang
harus dikelola, yaitu :
a. Data terstruktur
Kelompok data yang memiliki tipe data, format, dan struktur
yang telah terdefinisi. Sumber
datanya dapat berupa data transaksional, OLAP data, tradisional RDBMS, file CSV,
spreadsheets
b. Data tidak terstruktur
Kelompok data tekstual dengan format tidak menentu atau
tidak memiliki struktur melekat, sehingga
untuk menjadikannya data terstruktur membutuhkan usaha, tools, dan waktu yang lebih. Data ini
dihasilkan oleh aplikasi-aplikasi internet, seperti data URL log, media sosial,
e-mail, blog, video, dan audio.
TAHAPAN PENGELOLAAN BIG DATA
Berikut ini adalah 4 tahap pengelolaan Big Data serta perangkat bantu (tools)
yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemrosesan pada tiap tahap [3] :
a. a. Acquired
Berhubungan dengan sumber dan cara mendapatkan data.
b. Accessed
Berhubungan dengan daya akses data; data yang sudah
dikumpulkan memerlukan tata kelola,
integrasi, storage dan computing agar
dapat dikelola untuk tahap berikutnya. Perangkat untuk pemrosesan (processing tools) menggunakan Hadoop, Nvidia CUDA, Twitter
Storm, dan GraphLab.
Sedangkan untuk manajemen
penyimpanan data (storage tools) menggunakan Neo4J, Titan, dan HDFS.
c. c. Analytic
Berhubungan dengan informasi yang akan didapatkan, hasil
pengelolaan data yang telah diproses.
Analitik yang dilakukan dapat berupa descriptive
(penggambaran data), diagnostic (mencari sebab akibat
berdasar data), predictive (memprediksi kejadian dimasa depan) maupun prescriptive analytics (merekomendasikan
pilihan dan implikasi dari setiap opsi).
Tools untuk
tahap analitik menggunakan MLPACK dan Mahout.
a. d. Application
Terkait visualisasi dan reporting
hasil dari analitik.
Tools untuk tahap ini menggunakan RStudio.
PEMANFAATAN BIG DATA PADA SEKTOR
BISNIS
Perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam
sektor bisnis memiliki orientasi utama pada pencapaian margin laba setinggi
mungkin (profit oriented). Berbagai
informasi penting dapat dihasilkan dari Big Data yang dapat mendukung proses pengambilan keputusan
bagi pimpinan perusahaan sebagai
berikut [3] :
a. a. Mengetahui respons masyarakat terhadap produk-produk yang dikeluarkan melalui analisis sentimen di media sosial.
b. b. Membantu perusahaan mengambil keputusan secara lebih tepat dan akurat
berdasarkan data
c. Membantu meningkatkan citra perusahaan di mata pelanggan.
d. Perencanaan usaha, dengan mengetahui perilaku pelanggan seperti pada perusahaan telekomunikasi dan perbankan.
e. Mengetahui trend pasar dan keinginan konsumen.
PEMANFAATAN BIG DATA PADA SEKTOR LAYANAN
PUBLIK
Perusahaan atau institusi yang yang berada
pada sektor layanan publik lazimnya memiliki
orientasi utama pada pencapaian kepuasan klien/ pelanggan. Resource Big Data dapat memberikan andil dengan menyajikan berbagai informasi berharga
sebagai berikut
[3] :
a. Mendapatkan feedback dan respon masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan dan perbaikan pelayanan publik. Feedback tersebut dapat diperoleh dari
sistem informasi layanan pemerintah maupun dari media sosial.
b. Membuat layanan terpadu dengan segmen khusus sehingga layanan bisa lebih efektif dan efisien.
c. Menemukan solusi atas permasalahan yang ada, berdasarkan data. Sebagai contoh : menganalisis informasi cuaca dan informasi pertanian terkait data tingkat kesuburan tanah, pemerintah dapat menetapkan atau menghimbau jenis varietas tanaman yang ditanam oleh petani pada daerah dan waktu tertentu.
KESIMPULAN
Big Data memiliki karakteristik 3V : Volume (berukuran sangat besar), Variety (datanya sangat beragam), Velocity (memiliki kecepatan akses data yang memadai).
Sumber data untuk Big Data bisa berupa basis data yang terstruktur
ataupun data-data yang tidak terstruktur. Ada 4 tahap yang harus dilalui untuk memproses Big Data hingga dihasilkannya output informasi bagi user,
yaitu : acquired, accessed, analytic, dan application.
Manfaat teknologi Big Data telah dirasakan
secara luas dalam berbagai sektor. Perusahaan-perusahaan
yang bergerak pada sektor bisnis dapat memanfaatkan informasi- informasi berharga yang dihasilkan Big
Data untuk mengoptimalkan proses pengambilan
keputusan, agar target memaksimalkan raihan profit dapat tercapai. Sedangkan institusi yang bergerak di bidang
layanan publik dapat menggunakan
output informasi dari Big Data untuk memaksimalkan tingkat kepuasan layanan
kepada klien/ pelanggannya.

Komentar
Posting Komentar